Selamat Datang di Blog Saya Echoe Ghazy Silah kan Pilih Daftar Bacaan Saya Semoga Bermanfaat "Crateb By : "Echoe Ghazy"
Crateb By : "Echoe Ghazy

Minggu, 22 Mei 2011

Drama 4 Orang

NASKAH DRAMA
PERSAHABATAN ADE DAN MELLY
Karya Yati Listiyati
Para Pelaku :
1. Ade, gadis kecil penjual asongan dan penjaja payung.
2. Melly.
3. Mama Melly
4. Ibu Ade.

Adegan I
Sore hari di halte
Semenjak tadi siang hujan tak kunjung reda. Melly terpaksa pulang sendiri. Melly berteduh dan menunggu mobil angkutan umum yang lewat. Di halte bukan hanya Melly saja yang berteduh. Ada seorang bapak tua sedang melindungi isi gerobak barang rongsokannya dengan plastic. Ada seorang bocah lelaki yang termenung karena sebagian koran jualannya basah dan belum terjual. Beberapa ibu dan anak-anak sekolah asyik makan gorengan dan tertawa cekikikan.
Melly : (Bergumam) Coba kalau Mas Dodi jemput aku. Aku tak perlu menunggu dan berebut mengejar mobil angkutan umum. Tidak mungkin aku terus menunggu Mas Dodi. Mas Dodi terjebak macet di Tanah Abang. Pasti akan sangat lama menunggu dia. Aku harus cepat pulang, banyak tugas yang harus akau kerjakan. Aku berharap semoga hujan cepat berhenti.
Tiba-tiba ada seorang gadis kecil menghampiri Melly. Dari sekian banyak orang yang berteduh, gadis itu hanya menawarkan payungnya untuk Melly.
Ade : Kakak belum dapat mobil angkutan umum ya?
Melly : Iya, dari tadi Kakak belum dapat mobil.
Ade : Gimana kalau pake payung saja saja Kak. Sebentar lagi udah mau magrib, nanti Kak Melly kemaleman pulang ke rumah.
Melly : (Melly heran kenapa gadis itu tahu namanya. Melly berpikir kalau gadis itu salah satu anak yang tinggal di sekitar rumahnya. Tetapi Melly tidak menanyakan kenapa gadis itu tahu namanya. Melly menerima ajakan gadis kecil itu) Yuk!
Melly dan gadis kecil tersebut berjalan pulang menuju rumah Melly.

Adegan II
Siang hari di gerbang sekolah. Melly sedang menunggu Mas Dodi menjemputnya. Tiba-tiba Melly melihat sosok gadis kecil yang sedang berjalan sendirian sambil membawa dagangannnya.
Melly : (Bergumam) kalau ga salah, gadis kecil itu yang seminggu lalu menawarkan payungnya untukku. Jadi dia juga menjajakan asongan.
Melly : (berteriak memanggil Ade) Adik kecil!
Ade : (menoleh ke Melly) Kakak! (Ade menghampiri Melly)
Melly : Kamu juga jualan asongan? Memangnya kamu tidak sekolah?
Ade : Iya, Kak. saya jualan asongan. Ibu sedang sakit, jadi saya jualan asongan dan sore hari menawarkan payung kalau hujan. Sudah dua minggu saya tidak sekolah, Kak!
Melly : Kamu memang anak yang baik. Sabar ya..sebentar lagi ibumu pasti sembuh. Beliau pasti bangga punya anak yang baik seperti kamu. Oia, rumah kamu di mana?
Ade : Tidak jauh dari rumah Kak Melly. Di gang belakang.
Melly : O ya..Kok kamu tahu nama Kakak?
Ade : Ya tahu dong. Abang-abang cowok di belakang sering nyeritain Kakak. Mereka kan sering godain Kakak kalau berangkat sekolah.
Melly : O…iya iya. Ngomong-ngomong nama kamu siapa?
Ade : Masa sama tetangga sendiri ga tahu. Kalau pagi-pagi Ade kan sering lewat di depan rumah Kaka.
Melly : O…jadi nama kamu Ade?
Ade ; Iya Kak.
Melly : (Melirik dagangan Ade) Ngomong-ngomong permen yang itu haganya berapa?
Ade : Yang ini Kak? Ini harganya lima ratus satu bungkus. Kakak mau beli?
Melly : Iya. Kakak beli dua bungkus ya De.
Ade : (Menyodorkan permen) Ini permennya Kak.
Melly : (Memberikan uang sepuluh ribu rupiah) Ini uangnya, De. Kembaliannya buat kamu saja.
Ade : Terima kasih banyak Kak.
Melly : Sama-sama. De, Kakak pulang dulu ya. O ya, semoga ibumu cepat sembuh ya.
Ade : Iya, Kak. Sekali lagi terima kasih Kak.
Melly pulang dan Ade kembali menjajakan dagangannya.

Adegan III
Jam 19.30 di gang belakang dekat rumah Ade. Melly akan rapat di rumah Pak RT tetapi, Melly tidak hapal jalan ke rumah Pak RT. Dia bolak-balik di gang beberapa kali samapi kemudian ada yang memanggil namanya.
Ade : (Berteriak memanggil Melly) Kak Melly!
Melly : (Menoleh ke sumber suara. Ternyata Ade tersenyum dan berdiri di depan pintu, di sebuh rumah kecil yang sederhana) Ade gak ngojekin payung?
Ade : Iya ….kan hujannya udah berenti, Kak.
Melly : O…iya ya. Kakak nggak sadar.
Mely dan Ade tertawa berdua. Seorang ibu muncul di depan pintu, memperhatikan Melly dan Ade.
Ade : Bu, ini yang namanya Kak Melly, yang baik banget itu.
Ibu Ade: O… ini pasti nak Melly yang kemarin malem diceritain sama Ade. Katanya nak Melly baik banget.
Melly : Ah, Ade terlalu berlebihan, bu.
Ade : Mari masuk Kak.
Melly : Terima kasih Ade. Kakak mau rapat di rumahnya pak RT. Kamu tahu di mana rumah pak RT?
Ade : Tahu, Kak. Yuk Ade anterin sekalian.
Melly : Wah kebetulan kalau begitu, kalau ga ada kamu Kakak pasti nyasar nih.
Mereka berdua tertawa lagi.

Adegan IV
Siang hari di halte. Hujan turun lagi tapi tidak terlalu deras. Mama Melly sedang menunggu di halte.
Melly : (Melly datang menghampiri mamanya) Ma, ngapain di sini? Mama mau jemput aku?
Mama Melly : Tadi ibunya si Ade ke rumah nemuin mama. Ngabarin kalau si Ade ketabrak mobl waktu dagang asongan. Baru aja. Mobil yang nabrak kabur.
Melly : Si Ade?! Sekarang kita langsung aja ke rumahnya si Ade.
Melly dan mamanya langsung ke rumah Ade.

Adegan V
Di rumah Ade. Banyak pemuda dan bapak-bapak bergerombol di depan rumah. Saat Melly dan mamanya masuk banyak ibu-ibu menangis. Ade terbaring di ranjang sederhana, kemeja putihnya banyak bercak-bercak darah. Mengetahiu kedatangan Melly dan Mamanya semua pasang mata langsung memandang ke arah mereka. Ibunya Ade langsung menyambut Melly dan Mamanya.
Ibu Ade : (Menangis tersedu-sedu) Nak Melly, Ade ketabrak mobil. Keterlaluan sekali orang yang nabrak anak saya itu, bukannya turun dan membawa Ade kerumah sakit, malah kabur.
Melly : (Panik) jadi sampe sekarang Ade belum di bawa ke rumah sakit?
Ibu Ade : Kami ga punya uang, rumah sakit mahal, Non. Pak RT lagi doa di mushola, supaya yang nabrak Ade datang ke mari.
Melly : Kalau begitu, saya mau bawa Ade ke rumah sakit, tolong panggilin taksi, Pak! (Melly meminta tolong kepada bapak-bapak yang ada di luar rumah).
Ibu Ade : (Menangis) Untung ada nak Melly, kalau tidak…
Melly : Berdoa saja bu, supaya Ade cepat sadar.

Adegan VI
Di rumah sakit. Ade terbaring lemah dan bergerak siuman. Dan pelan-pelan mulai membuka matanya. Lalu tersenyum senang ketika melihat Melly ada di sampingnya. Dari kedua bola matanya terpancar sinar yang lembut dan indah.
Ade : Terima kasih Kak.
Melly : Berterimakasihlah kepada Tuhan, karena Dialah yang menyelamatkan Ade. Kak Melly yakin sebentar lagi pasti Ade sembuh. Ma, kalau Ade udah sembuh, boleh kan Ade jadi adiknya Melly? (Melly memegang tangan Mamanya dan meminta dengan penuh harap).
Mama Melly : Boleh dong sayang. Nanti Ade sama ibunya Ade bisa tinggal di rumah kita.
Melly : Makasih ya ma. Mama emang mama yang paling baik. (Melly memeluk mamanya). De, mau kan jadi adiknya Kak Melly?
Ade : Mau banget Kak. Ade seneng akhirnya Ade punya kakak.
Mama Melly : Gimana bu? Mau kan tinggal di rumah kita?
Ibu Ade : Wah, tentu aja mau bu. Terima kasih banyak ya bu. Semoga amal ibadah ibu mendapatkan balasan dari Allah. Amin…
Melly : (Mencium kening Ade) Cepet sembuh adikku sayang.
Semua tersenyum bahagia. Melly dan Ade menjadi satu keluarga.




TAMAT
Last Update

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar